PENGGUNAAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK (OHB)
DALAM BIDANG OFTALMOLOGI
dr. Moh. Samsudin, Sp.M
Saat
ini pengobatan dengan oksigen hiperbarik telah berkembang dengan pesat. Cara
pengobatan ini telah digunakan untuk mengelola berbagai macam penyakit, baik
penyakit akibat penyelaman ( decompression sickness) ataupun penyakit
bukan akibat penyelaman, termasuk penyakit/kelainan di bidang oftalmologi.
Penggunaan OHB di bidang Oftalmologi
untuk pengobatan penyakit-penyakit, antara lain : oklusi arteri/vena retina,
neovaskularisasi retina, hipoksia segmen anterior, retinitis pigmentosa,
degenerasi makula, neuritis optikus, kelainan kornea ( keratitis, ulkus, trauma
), glaukoma dan edema makula kistoid.
Efek samping OHB terhadap mata antara
lain : miopia, katarak, toksik retina, perubahan vasa retina dan transient
unilateral loss of vision.
Penggunaan
OHB dlm bidang oftalmologi :
·
OHB meningkatkan ketajaman penglihatan
dan menurunkan insiden kebutaan akibat kekurangan oksigen.
·
OHB meningkatkan aliran dan sirkulasi
darah retina. Efektif mengurangi edema dan resiko glaukoma dan katarak.
·
OHB mengurangi jaringan parut post
operasi.
·
OHB mempercepat penyembuhan paska
operasi dan mengurangi komplikasi.
·
OHB menekan infeksi baik secara
langsung merusak bakteri ataupun membantu fagositosis oleh Lekosit.
·
OHB meningkatkan respon sistem imun.
·
OHB meningkatkan efek antibiotik.
DEGENERASI
RETINA
Degenerasi Retina adalah kerusakan
yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral yang sangat berat. Biasanya
terjadi pada orang tua, sehingga disebut juga Age Related Macular
Degeneration ( ARMD / AMD ), insiden menonjol menyebabkan hilangnya
penglihatan sentral pada populasi tua di Amerika Utara. Pada populasi tua,
diperkirakan prevalensi AMD meningkat 2 kali lipat pada 2030.
“ Penggunaan HBO selama 1 jam untuk
pengobatan pada 14 penderita dengan advanced
AMD. Delapan orang diberi HBO 1,75 ATA dan 6 orang mendapatkan 1,5 ATA.
Didapatkan perbaikan yang signifikan baik tajam penglihatan sentral maupun
lapang pandangan, juga disertai perbaikan kualitas hidup sehri-hari.” ( Weiss
2010 )
OKLUSI
VENA RETINA, EDEMA MAKULAR DIABETIK DAN EDEMA MAKULAR KISTOID
Edema Makula adalah edema retina
akibat deposit protein dan cairan di bawah makula. Hal ini bisa disebabkan post
operasi katarak, oklusi vena retina iskemik, pada umumnya edema makula karena komplikasi diabetes. OHB
dapat mengurangi edema retina, menurunkan tekanan intra okuler, mempunyai efek
anti inflamasi, memulihkan level oksigen normal dan mikrosirkulasi, memulihkan
penglihatan dan memperbaiki tajam penglihatan.
Pfoff and Thom (1987) selama 3 minggu melakukan pengobatan OHB pada 5
penderita dgn Edema Makular Kistoid, seluruh penderita menunjukkan perbaikan
penglihatan pada 2 minggu pertama.
PENURUNAN TEKANAN INTRA OKULER
Penurunan tekanan intra
okuler akibat OHB banyak dilaporkan oleh beberapa peneliti, antara lain
Samsudin (2003) dan Ensali (2006).
Kompresi dengan 2,5 ATA pada 56 orang menunjukkan adanya perbaikan pada
seluruh penderita.
PENGARUH HBO PADA PENY/KELAINAN MATA
·
Peningkatan
tekanan parsial oksigen pada mata mencegah kerusakan retina lebih lanjut.
·
Mengurangi edema
retina yang disebabkan karena efek vasokonstriksi dari OHB.
·
Mengurangi
perdarahan karena efek vasokonstriksi, memperbaiki kerusakan pembuluh darah
karena efek perbaikan aliran darah dan sirkulasi.
·
Mengurangi
inflamasi dan memperbaiki transport oksigen.
·
Memulihkan
mikrosirkulasi dan aliran darah menuju ke retina.
·
Pemeliharaan dan
regenerasi saraf optik.
·
Penurunan tekanan
intra okuler.
·
Menurunkan
infeksi. Oksigen memiliki efek
bakterisid dan bakteriostatik. Oksigen menurunkan infeksi dgn cara memperbaiki
fagositosis lekosit dan meningkatkan efek antibiotik serta mencegah dari efek
samping yg timbul.
·
Perbaikan tajam
penglihatan karena adanya pemeliharaan dan perbaikan sel-sel reseptor retina,
serta perbaikan penglihatan akibat
proses di atas.
·
Penurunan efek
toksik akibat peningkatan tekanan parsial oksigen dan perbaikan oksigenasi.
·
Mengurangi
jaringan parut paska operasi.
INFEKSI PADA MATA DAN ORBITA
Infeksi pada mata
terjadi karena trauma, penurunan sistem imun pada penderita diabetes dan paska
operasi katarak dgn pemasangan lensa tanam.
OHB mempunyai efek ganda terhadap bakteri, antara lain : bakterisid,
bakteriostatik, meningkatkan fagositosis, meningkatkan efek antibiotika dan
mencegah efek samping obat.
NEUROPATI OPTIK AKIBAT RADIASI, RETINOPATI DIABETIKA DAN GLAUKOMA
Neuropati optik dan
glaukoma menyebabkan kerusakan saraf optik,
kerusakan saraf optik tersebut disebabkan antara lain : peningkatan
tekanan intra okuler, radiasi terapi kanker, sirkulasi darah jelek, inflamasi
saraf optik/neuritis optikus, trauma dan intoksikasi (sering Metanol).
Neuropati optik dan
glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara mendadak atau
bertahap, hal tersebut dapat di terapi dgn OHB. Terapi OHB dapat mencegah
kerusakan saraf optik lebih lanjut dan menimbulkan terjadinya regenerasi saraf
optik, mengurangi edema retina, mengembalikan supplay dan sirkulasi
darah dan menurunkan tekanan intra
okuler.
RETINITIS PIGMENTOSA
Retinitis pigmentosa
adalah kelainan genetik pada mata, merupakan penyakit degeneratif yang progresif, yang disebabkan
karena abnormalitas sel-sel fotoreseptor retina. Penyakit ini ditandai adanya
buta senja, penglihatan seperti di terowongan dan berakhir dengan kebutaan.
Terapi OHB dapat menyelamatkan sel-sel foto reseptor retina dari kerusakan yang
progresif dan mempertahankan tajam penglihatan.
KELAINAN KORNEA
Kelainan kornea antara
lain : keratitis, trauma dan ulkus kornea. Terapi OHB berguna karena efek
antibakterial dari OHB dan perbaikan sirkulasi. OHB mengurangi hipoksia,
menurunkan edema kornea dan mencegah terbentuknya jaringan parut.
References: