Senin, 21 Januari 2013


PENGGUNAAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK (OHB)
DALAM BIDANG OFTALMOLOGI
dr. Moh. Samsudin, Sp.M

          Saat ini pengobatan dengan oksigen hiperbarik telah berkembang dengan pesat. Cara pengobatan ini telah digunakan untuk mengelola berbagai macam penyakit, baik penyakit akibat penyelaman ( decompression sickness) ataupun penyakit bukan akibat penyelaman, termasuk penyakit/kelainan di bidang oftalmologi.
          Penggunaan OHB di bidang Oftalmologi untuk pengobatan penyakit-penyakit, antara lain : oklusi arteri/vena retina, neovaskularisasi retina, hipoksia segmen anterior, retinitis pigmentosa, degenerasi makula, neuritis optikus, kelainan kornea ( keratitis, ulkus, trauma ), glaukoma dan edema makula kistoid.
          Efek samping OHB terhadap mata antara lain : miopia, katarak, toksik retina, perubahan vasa retina dan transient unilateral loss of vision.

Penggunaan OHB dlm bidang oftalmologi :
·        OHB meningkatkan ketajaman penglihatan dan menurunkan insiden kebutaan akibat kekurangan oksigen.
·        OHB meningkatkan aliran dan sirkulasi darah retina. Efektif mengurangi edema dan resiko glaukoma dan katarak.
·        OHB mengurangi jaringan parut post operasi.
·        OHB mempercepat penyembuhan paska operasi dan mengurangi komplikasi.
·        OHB menekan infeksi baik secara langsung merusak bakteri ataupun membantu fagositosis oleh Lekosit.
·        OHB meningkatkan respon sistem imun.
·        OHB meningkatkan efek antibiotik.

DEGENERASI RETINA
          Degenerasi Retina adalah kerusakan yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral yang sangat berat. Biasanya terjadi pada orang tua, sehingga disebut juga Age Related Macular Degeneration ( ARMD / AMD ), insiden menonjol menyebabkan hilangnya penglihatan sentral pada populasi tua di Amerika Utara. Pada populasi tua, diperkirakan prevalensi AMD meningkat 2 kali lipat pada 2030.
          “ Penggunaan HBO selama 1 jam untuk pengobatan pada  14 penderita dengan advanced AMD. Delapan orang diberi HBO 1,75 ATA dan 6 orang mendapatkan 1,5 ATA. Didapatkan perbaikan yang signifikan baik tajam penglihatan sentral maupun lapang pandangan, juga disertai perbaikan kualitas hidup sehri-hari.” ( Weiss 2010 )


OKLUSI VENA RETINA, EDEMA MAKULAR DIABETIK DAN EDEMA MAKULAR  KISTOID
          Edema Makula adalah edema retina akibat deposit protein dan cairan di bawah makula. Hal ini bisa disebabkan post operasi katarak, oklusi vena retina iskemik, pada umumnya  edema makula karena komplikasi diabetes. OHB dapat mengurangi edema retina, menurunkan tekanan intra okuler, mempunyai efek anti inflamasi, memulihkan level oksigen normal dan mikrosirkulasi, memulihkan penglihatan dan memperbaiki tajam penglihatan.
          Pfoff and Thom (1987) selama 3 minggu melakukan pengobatan OHB pada 5 penderita dgn Edema Makular Kistoid, seluruh penderita menunjukkan perbaikan penglihatan pada 2 minggu pertama.


PENURUNAN TEKANAN  INTRA OKULER
          Penurunan tekanan intra okuler akibat OHB banyak dilaporkan oleh beberapa peneliti, antara lain Samsudin (2003) dan Ensali (2006).  Kompresi dengan 2,5 ATA pada 56 orang menunjukkan adanya perbaikan pada seluruh penderita.

PENGARUH HBO PADA PENY/KELAINAN MATA
·        Peningkatan tekanan parsial oksigen pada mata mencegah kerusakan retina lebih lanjut.
·        Mengurangi edema retina yang disebabkan karena efek vasokonstriksi dari OHB.
·        Mengurangi perdarahan karena efek vasokonstriksi, memperbaiki kerusakan pembuluh darah karena efek perbaikan aliran darah dan sirkulasi.
·        Mengurangi inflamasi dan memperbaiki transport oksigen.
·        Memulihkan mikrosirkulasi dan aliran darah menuju ke retina.
·        Pemeliharaan dan regenerasi saraf optik.
·        Penurunan tekanan intra okuler.
·        Menurunkan infeksi.  Oksigen memiliki efek bakterisid dan bakteriostatik. Oksigen menurunkan infeksi dgn cara memperbaiki fagositosis lekosit dan meningkatkan efek antibiotik serta mencegah dari efek samping yg timbul.
·        Perbaikan tajam penglihatan karena adanya pemeliharaan dan perbaikan sel-sel reseptor retina, serta  perbaikan penglihatan akibat proses di atas.
·        Penurunan efek toksik akibat peningkatan tekanan parsial oksigen dan perbaikan oksigenasi.
·        Mengurangi jaringan parut paska operasi.



INFEKSI PADA MATA DAN ORBITA
          Infeksi pada mata terjadi karena trauma, penurunan sistem imun pada penderita diabetes dan paska operasi katarak dgn pemasangan lensa tanam.  OHB mempunyai efek ganda terhadap bakteri, antara lain : bakterisid, bakteriostatik, meningkatkan fagositosis, meningkatkan efek antibiotika dan mencegah efek samping obat.


NEUROPATI OPTIK AKIBAT RADIASI, RETINOPATI DIABETIKA DAN GLAUKOMA
          Neuropati optik dan glaukoma menyebabkan kerusakan saraf optik,  kerusakan saraf optik tersebut disebabkan antara lain : peningkatan tekanan intra okuler, radiasi terapi kanker, sirkulasi darah jelek, inflamasi saraf optik/neuritis optikus, trauma dan intoksikasi (sering Metanol).
          Neuropati optik dan glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara mendadak atau bertahap, hal tersebut dapat di terapi dgn OHB. Terapi OHB dapat mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut dan menimbulkan terjadinya regenerasi saraf optik, mengurangi edema retina, mengembalikan supplay dan sirkulasi darah  dan menurunkan tekanan intra okuler.


RETINITIS PIGMENTOSA
          Retinitis pigmentosa adalah kelainan genetik pada mata, merupakan penyakit  degeneratif yang progresif, yang disebabkan karena abnormalitas sel-sel fotoreseptor retina. Penyakit ini ditandai adanya buta senja, penglihatan seperti di terowongan dan berakhir dengan kebutaan. Terapi OHB dapat menyelamatkan sel-sel foto reseptor retina dari kerusakan yang progresif dan mempertahankan tajam penglihatan.


KELAINAN KORNEA
          Kelainan kornea antara lain : keratitis, trauma dan ulkus kornea. Terapi OHB berguna karena efek antibakterial dari OHB dan perbaikan sirkulasi. OHB mengurangi hipoksia, menurunkan edema kornea dan mencegah terbentuknya jaringan parut.



References: